Jumat, 9 Januari 2026 — Sebagai travel sunnah dan travel terpercaya, Munatour kembali menegaskan komitmen ibadah dalam membimbing jamaah melalui penyelenggaraan Kajian Pra Umroh bagi jamaah keberangkatan 10 dan 11 Januari 2026.

Kegiatan ini digelar secara online pada Jumat, 9 Januari 2026, sebagai bagian dari persiapan ruhiyah sebelum menunaikan ibadah umroh di Tanah Suci.


Kajian pra umroh ini menghadirkan Ustadz Fachrurrozi ibn Muallim, (pembimbing ibadah Grup 11 Januari 2026) yang menyampaikan materi seputar pentingnya ilmu dan adab dalam beribadah.


Munatour menegaskan bahwa kajian ilmu bukan sekadar agenda tambahan, melainkan fondasi utama agar ibadah umroh dapat dilaksanakan sesuai sunnah dan diterima oleh Allah ﷻ.


Menjadi Tamu Allah Harus dengan Ilmu

Dalam kajiannya, Ustadz Fachrurrozi menekankan bahwa menjadi tamu Allah di Makkah dan Madinah harus dibekali dengan ilmu.


Tanpa ilmu dan adab, seseorang berpotensi terjerumus dalam amalan yang tertolak, meskipun secara lahiriah tampak sebagai ibadah.


Prinsip ilmu dulu sebelum beramal menjadi pesan utama. Ilmu akan menuntun jamaah untuk memahami mana amalan yang utama, mana yang sunnah, serta bagaimana menempatkan adab di atas keinginan pribadi.


Dengan ilmu, seorang muslim mampu menyeimbangkan rasa takut kepada Allah dan harapan akan rahmat-Nya.


Meluruskan Niat Sebelum Umroh

Salah satu poin penting yang disampaikan adalah kewajiban meluruskan niat. Umroh harus diniatkan semata-mata karena Allah ﷻ, untuk memenuhi panggilan-Nya, bukan karena dorongan duniawi seperti ingin dipuji, diakui, atau sekadar perubahan status sosial.


Allah ﷻ berfirman:


وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya…”


Ayat ini menjadi pengingat bahwa keikhlasan adalah inti dari seluruh rangkaian ibadah umroh.


Umroh sebagai Sarana Taubat dan Penyucian Diri

Kajian juga mengingatkan bahwa tujuan utama umroh adalah menghapus dosa dan mendekatkan diri kepada Allah dengan kerendahan hati. Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang bertaubat dan bersungguh-sungguh menyucikan diri.


إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)


Selain itu, jamaah dianjurkan memperbanyak doa dengan penuh harap dan rasa takut, sebagaimana dicontohkan para nabi, agar ibadah yang dilakukan benar-benar menghadirkan kekhusyukan.


Ilmu dan Adab dalam Praktik Ibadah

Sebagai contoh penerapan ilmu dan adab, disampaikan bahwa mencium Hajar Aswad adalah amalan sunnah. Namun, apabila dilakukan dengan cara menyakiti jamaah lain, maka perbuatan tersebut menjadi haram.


Dari sini, jamaah diajak memahami prioritas syariat dan pentingnya mendahulukan adab dalam setiap ibadah.


Melalui kajian pra umroh ini, Munatour kembali menegaskan perannya sebagai travel sunnah terpercaya yang tidak hanya memfasilitasi perjalanan, tetapi juga membimbing jamaah agar setiap ibadah dijalankan dengan ilmu, adab, dan sesuai tuntunan sunnah.